Di dunia yang serba cepat dan didorong oleh teknologi saat ini, banyak orang mencari cara untuk terhubung dengan asal usul mereka dan menemukan keseimbangan dalam hidup mereka. Salah satu praktik kuno yang kembali populer di era digital adalah Susu.
Susu, juga dikenal sebagai asosiasi tabungan dan kredit bergilir (ROSCA), adalah metode tradisional menyimpan dan menginvestasikan uang yang sudah ada sejak berabad-abad yang lalu. Berasal dari Afrika Barat, Susu telah digunakan di berbagai budaya di seluruh dunia sebagai cara masyarakat untuk saling mendukung secara finansial.
Konsep Susu sederhana saja: sekelompok individu mengumpulkan uang mereka secara teratur, dan setiap anggota secara bergiliran menerima sejumlah uang sekaligus. Sistem bergilir ini memungkinkan anggota untuk menyimpan dan mengakses uang dalam jumlah yang lebih besar dibandingkan kemampuan mereka sendiri.
Di era digital modern, Susu mengalami kebangkitan ketika masyarakat mencari cara alternatif untuk menyimpan dan menginvestasikan uang di luar sistem perbankan tradisional. Platform dan aplikasi online telah memudahkan orang untuk berpartisipasi dalam grup Susu, menghubungkan individu dari latar belakang dan lokasi berbeda.
Salah satu keunggulan utama Susu adalah penekanannya pada komunitas dan kepercayaan. Peserta dalam kelompok Susu harus saling mengandalkan dalam berkontribusi dan menerima dana, menumbuhkan rasa solidaritas dan kerjasama. Aspek komunal Susu membedakannya dari bentuk tabungan dan investasi lainnya, yang seringkali terasa impersonal dan terisolasi.
Selain itu, Susu dapat menjadi alat yang bermanfaat untuk inklusi keuangan, khususnya bagi mereka yang mungkin tidak memiliki akses terhadap layanan perbankan tradisional. Dengan berpartisipasi dalam kelompok Susu, individu dapat mengakses permodalan dan membangun kredit yang disesuaikan dengan kebutuhan dan keadaannya.
Selain keuntungan finansial, Susu juga menawarkan keuntungan sosial dan budaya. Dengan berpartisipasi dalam kelompok Susu, individu dapat mempererat hubungan dengan komunitasnya dan belajar dari pengalaman satu sama lain. Pertukaran pengetahuan dan sumber daya ini sangat berharga dalam menciptakan jaringan yang lebih berkelanjutan dan mendukung.
Seiring dengan terus berkembangnya era digital, Susu menghadirkan peluang unik bagi individu untuk mengelola keuangan mereka dengan cara yang lebih bermakna dan kolaboratif. Dengan menerapkan praktik kuno ini, masyarakat tidak hanya dapat menabung dan menginvestasikan uang, namun juga membangun hubungan dan komunitas yang lebih kuat.
